25/07/2021

Tips Mudah Selesaikan Masalah, Tidak Selalu Kamu yang Paling Benar

Tips Mudah Selesaikan Masalah, Tidak Selalu Kamu yang Paling Benar

Tips Mudah Selesaikan Masalah, Tidak Selalu Kamu yang Paling Benar

Apa yang umumnya kamu lakukan jikalau tengah menghadapi masalah? Menceritakannya ke orang lain demi melegakan perasaan sekaligus mencari petunjuk atau menyimpan dan menyelesaikannya sendiri?

Boleh-boleh saja kok, kamu bercerita terhadap orang lain dan menghendaki masukan mereka. Akan tetapi, di lansir dari laman amorvacui.org, kamu sendiri juga harus menerapkan lima tips tersebut ini biar masalahmu lekas kelar.

1. Jangan terburu-buru, identifikasi masalahnya dengan tepat

Di kutip dari laman poker apk idn, kalau kamu gagal mengidentifikasi kasus yang sebenarnya, seluruh bisnis untuk menyelesaikannya akan sia-sia. Kamu sudah lelah coba segala cara, namun masalahmu tidak juga teratasi.

Nah, daripada buang-buang kala dan tenaga, lebih baik anda menenangkan diri terutama dahulu. Biar anda mampu mengurai benang kusut di hadapanmu hingga mengerti mana yang wajib di atasi pertama kali.

2. Jangan mengutamakan emosi

Makin sensitif masalahnya, wajar bila perasaanmu juga makin makin bergejolak. Kamu merasa sedih, marah, bahkan sangat malu karena harga dirimu serasa diinjak-injak.

Namun ingat, emosi yang tak terkendali hanya akan mengeruhkan situasi. Jangan sampai masalahmu bertambah pelik hanya karena emosimu selalu mendahului akal sehat.

3. Selalu gunakan akal sehat

Nah, ini yang harus kamu utamakan saat berusaha menyelesaikan masalah. Kalau kamu masih terlalu terbawa emosi sehingga sulit berpikir logis, tenangkan diri terlebih dahulu.

Nanti saat emosimu sudah gak mendominasi, kamu pasti bisa berpikir dengan lebih jernih. Sebab kalau hanya asal berpikir, solusi yang di peroleh gak akan efektif untuk mengatasi persoalanmu.

4. Berhenti selalu berpikir kamu korbannya dan orang lainlah yang bersalah

Yakin banget kamu gak menyumbang kesalahan? Ayolah, belajar berintrospeksi. Siapa tahu malah kamu sendiri yang tanpa sadar menciptakan permasalahan itu.

Pun bila kamu selalu berpikir telah menjadi korban, kamu akan cenderung pasif. Kamu cuma ingin mendapatkan simpati dari orang lain. Kalau orang lain terus di salahkan, mereka juga pasti gak terima, kan?

5. Miliki niat baik untuk menyelesaikannya dan dengarkan orang-orang yang berkepentingan

Kadang situasinya begini. Kamu berpikir sedang berusaha menyelesaikan masalah. Namun tanpa di sadari, sebenarnya kamu cuma memperpanjang masalahnya.

Kamu terlalu sulit di ajak berdiskusi. Pihak lain sudah mulai mau mengalah, kamu malah makin menjajah dan gak bisa melakukan hal yang sama. Akibatnya, ego mereka tertantang dan mereka bersikap makin keras.