25/07/2021

Tips dari Dokter Kandungan agar Ibu Hamil Tetap Aman Selama Isoman

Tips dari Dokter Kandungan agar Ibu Hamil Tetap Aman Selama Isoman

Tips dari Dokter Kandungan agar Ibu Hamil Tetap Aman Selama Isoman

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Yuyun Lisnawati mengungkapkan. Ibu hamil mampu terinfeksi COVID-19, tetapi tidak lebih berisiko tinggi di banding yang tidak hamil.

Di lansir dari laman amorvacui.org, Yuyun mengatakan, sebuah penelitian di Inggris berjudul The UK Obstetric Surveilannce System (UKOSS) mencatat, sepanjang periode enam bulan yakni Maret sampai Agustus 2020, dari 1.148 wanita hamil terkonfirmasi COVID-19 yang di rawat di tempat tinggal sakit, sekitar 37 % tidak bergejala dan 63 % bergejala.

“Namun, di RS Persahabatan angka kelahiran ibu hamil terkonfirmasi positif mulai naik pada Mei sampai sekarang. Kalau dulu dominan tidak bergejala, kalau sekarang bergejala,” ujarnya dalam webinar yang di pantau virtual, Rabu kemarin.

Di kutip dari laman idn poker, lonjakan persoalan COVID-19 menyebabkan tingkat keterisian tempat tinggal sakit juga naik, untuk itu pemerintah mengimbau bagi pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala dan gejala enteng sehingga lakukan isolasi mandiri di rumah. Lalu bagaimana tips bagi ibu hamil yang terkonfirmasi positif serta perlu isolasi mandiri?

1. Syarat isolasi mandiri bagi ibu hamil

Yuyun menerangkan, ada sejumlah syarat isolasi mandiri bagi ibu hamil. Pertama, dokter menyatakan bahwa ibu hamil dapat isolasi mandiri.

“Jadi harus di ketahui dulu report-nya ada bisa dari dokter private yang biasa rutin konsultasi, atau datang ke puskesmas atau nakes lainnya,” katanya.

Lalu, ibu hamil dapat melakukan pemantauan diri, lalu rumah memungkinkan untuk isolasi, tidak mempunyai komorbid, usia hamil kurang dari 37 minggu.

“Dengan pertimbangan, akan membutuhkan waktu 14 hari, sehingga rerata persalinan 38 minggu bisa tercapai. Dan di imbau lapor pada RT agar di pantau faskes tingkat satu,” imbuhnya.

2. Lingkungan dan keluarga harus mendukung

Kemudian, lanjut Yuyun, rumah untuk isolasi sebaiknya ada ventilasi yang baik, kamar atau ruang terpisah, tidak serumah dengan lansia, bayi, atau keluarga yang mempunyai imun rendah serta lingkungan yang mendukung.

“Kayaknya banyak yang stigma juga ya, ada yang isoman benar-benar di kucilkan padahal seharusnya di dukung ya. Dan tidak kalah penting dukungan keluarga, untuk mempersiapkan kebutuhan sehari-hari, komunikasi aktif, mengingatkan minum obat, menghibur,” imbuhnya.

3. Jika ada tanda bahaya langsung ke rumah sakit ya

Lalu apa saja yang harus di siapkan untuk isoman? Yuyun menerangkan, sebaiknya memiliki kamar dengan ventilasi sendiri, kamar mandi terpisah, peralatan makan di pisah, termometer dan penting harus bisa men-screening diri, cek suhu, oksigen, frekuensi nadi.

Selama isoman ibu hamil sebaiknya melakukan sejumlah aktivitas berjemur di bawah sinar matahari 15 sampai 20 menit, makan minum bergizi, tidur cukup, rutin konsultasi telemedicine, mengisi catatan harian.

“Ibu hamil bisa langsung ke rumah sakit jika gejala bertambah berat, saturasi kurang dari 95, sesak nafas, gerak janin lemah atau tidak terasa dan tanda bahaya kehamilan atau nifas,” imbuhnya.